Profil Pondok Pesantren Syaikh Jamilurrahman As-Salafy

Perjalanan Yayasan Majelis At Turots Al Islamy


Dalam perjalanannya selama 22 tahun, Yayasan Majelis At Turots Al Islamy Yogyakarta telah mencatat kegiatan-kegiatannya sebagai berikut :

    Akhir tahun 1986 : kegiatan majelis ta'lim di sekitar kampus UGM Dauroh tahunan selama 1 bulan pada masa liburan semester, 99 % mahasiswa yang mengikuti kegiatan adalah perwakilan mahasiswa dari seluruh Indonesia. Diharapkan mereka nantinya menjadi penyambung dakwah Salaf di daerahnya masing-masing. Dan alhamdulillah, sekarang ini sudah mulai terlihat hasilnya.


    Tahun 1993 : Merintis Ma'had Tahfidzul Quran mulai tingkat ibtida'iyah dengan menyewa rumah. Jumlah santri saat itu sekitar 60 anak.


    Tahun 1995 : Membangun Ma'had Jamilurrohman As Salafy di Banguntapan, Bantul. Pendidikan ma'had (pondok pesantren) pada awalnya khusus untuk tadribud du'at (pelatihan da'i) putra-putri. Alhamdulillah, sekarang di sekitar Ma'had Jamilurrahman telah berdiri pemukiman ikhwah salafiyin.


    Tahun 1996 : Ma'had Tahfidzul Qur an pindah ke Ma'had Jamilurrahman.


    Tahun 2000 : Alhamdulillah dibangunlah Markaz Syaikh Bin Baz (Islamic Centre Bin Baz) di lahan seluas 2 ha yang menampung santri putra dan putri dari dalam dan luar negeri, mulai jenjang RA (Taman Kanak-Kanak) hingga 'Aliyah (SMA). Karena keterbatasan lahan, maka untuk menampung santri baru pada tahun 2009-2010, dibangunlah Islamic Centre Bin Baz 2 yang dialokasikan untuk tingkat ‘Aliyah putra. Alhamdulillah, yayasan juga telah membangun dua RS, yaitu RS At Turots Al Islamy 1 di Sayegan, Sleman yang bermula dari Rumah Sakit Bersalin dan Balai Pengobatan Tahun 2001 dan terus berproses hingga memperoleh ijin operasional menjadi Rumah Sakit Umum At Turots Al Islamy pada tahun 2009. Adapun RS At Turots Al Islamy 2 di Piyungan masih dalam proses perijinan. Di samping mengelola dua pesantren; PP. Jamilurrohman As Salafy dan Islamic Centre Bin Baz, Yayasan juga membuka pesantren-pesantren baru di daerah-daerah, baik di Jawa maupun di luar Jawa, baik langsung maupun tidak langsung. Yayasan melalui Lajnah Pengembangan Fisik menyalurkan bantuan paket masjid dari muhsinin dalam dan luar negeri. Saat ini bantuan masjid yang telah disalurkan telah lebih dari 100 masjid yang tersebar di Jawa dan luar Jawa. Bersama itu pula turut disebarkan du'at untuk menjadi imam dan da'i di masjid tersebut. Yayasan rutin mengadakan dauroh-dauroh di daerah-daerah yang belum terjangkau, di masjid-masjid atau cabang-cabang yayasan di Jawa dan luar Jawa